Terduga Rabbi Kabalis Pemerkosa Berantai Dituntut

Oleh: Shmarya Rosenberg
27 Juli 2015
Sumber: Failed Messiah

Rabbi kabalis Ortodoks Zionis, Ezra Sheinberg, dituntut atas tuduhan pelecehan, pemerkosaan, atau sodomi terhadap sekurangnya 13 wanita, demikian yang diberitakan Arutz Sheva.

Rabbi Ezra Sheinberg

Sheinberg memiliki banyak pengikut dan mengepalai beberapa sekolah dan lembaga terkemuka, termasuk yeshiva (seminari Yahudi Ortodoks—penj) Orot HaAri, di kota Sefat, utara Israel, ketika dirinya ditangkap sebulan lalu sewaktu mencoba kabur keluar negeri.

Setelah sejumlah kecil wanita (sebanyaknya tiga dan sedikitnya satu; jumlahnya belum jelas) melayangkan aduan, sebuah beit din (pengadilan agama) yang diketuai Kepala Rabbi dari Sefat, Shmuel Eliayhu, sebelumnya mengasingkan Sheinberg dari Sefat dan memerintahkannya berhenti mengajar. Tapi mereka tidak melaporkan Sheinberg ke polisi karena memilih percaya pada apa yang dikatakan Sheinberg: bahwa persetubuhan itu suka sama suka.

Akan tetapi bukti aktual menunjukkan sebaliknya.

Saat salah seorang korban Sheinber bersiap ke polisi untuk melaporkan pelecehan dan para terduga korban lain diyakini akan tampil ke permukaan, Eliyahu dan pengadilan agamanya tiba-tiba sadar bahwa Sheinberg telah melecehkan dan memperkosa para wanita itu dan mengumumkan pencekalan atas Sheinberg, yang kini disebutnya “durjana”.

Sikap terdahulu Eliyahu dan cara ganjil pengadilannya dalam menangani kasus Sheinberg membuat sebagian orang, termasuk Dr. Hannah Kehat, menuding Eliyahu semula menutup-nutupi temannya, Sheinberg. Kehat adalah pendiri Takana Forum, komite Ortodoks Zionis yang menangani pengaduan pelecehan seksual dan kejahatan serupa lain yang diduga dilakukan para rabbi. Dia merujuk pada tindakan Eliyahu mendiskreditkan korban dalam kasus serupa beberapa tahun lampau dan mencaci Eliyahu atas apa yang dikatakannya sebagai upaya mendadak untuk tampak adil setelah menjadi jelas bahwa para korban akan melaporkan pelecehan (dan perilaku pengadilan agamanya) ke polisi. Kehat mencatat, banyak terduga korban Sheinberg semula takut tampil ke permukaan karena mereka khawatir Eliyahu akan menghancurkan mereka sebagaimana para terduga korban dalam kasus terdahulu.

Secara keseluruhan, sampai pekan lalu, sekurangnya 13 wanita telah mendaftarkan aduan pidana terhadap Sheinberg atas tuduhan perkosaan dan pelecehan dan seorang hakim pengadilan distrik berkata di depan persidangan terbuka bahwa bukti fisik kuat yang memberatkan Sheinberg telah diajukan.

Tapi terlepas dari hal itu serta dugaan pengakuannya kepada Eliyahu dan pengadilan agama, Sheinberg kini menyebut tuduhan terhadapnya “omong-kosong”. Sheinberg juga mengklaim semua wanita yang mengajukan aduan pidana terhadapnya dipaksa berbuat demikian oleh seorang pimpinan plot tak bernama yang berniat mencelakakannya.

Menurut berbagai liputan media, Sheinberg diduga berkata kepada lusinan wanita yang datang meminta nasehat atau berkah bahwa berhubungan seks dengannya adalah obat kabalis untuk kemandulan mereka dan masalah lainnya.

Sheinberg dipenjara sejak ditahan di Bandara Internasional Ben-Gurion. Pada suatu waktu dalam penahanannya, Sheinberg diduga mengeluarkan kutukan kabalistik bernama “kapeida” terhadap para sipir, membuat takut beberapa sipir yang taat beragama. Akibatnya Otoritas Penjara Israel membuka pengusutan atas Sheinberg.

Seperti halnya dengan tuduhan perkosaan, sodomi, dan pelecehan, Sheinberg menyangkal pernah mengutuk sipir.

Di yeshiva Ortodoks Zionis milik Sheinberg di Sefat, buku-buku Sheinberg dibersihkan dari rak-rak, dimasukkan ke dalam tong sampah untuk dikubur atau dibakar, dan para murid hampir sepenuhnya tidak mengakuinya—jauh berbeda dibanding kasus-kasus serupa di komunitas haredi (aliran Yahudi Ortodoks—penj) di mana para murid yeshiva dan aktivis mempertahankan dukungan kuat bagi rabbi-rabbi yang melecehkan wanita dan anak kecil. Dalam kasus-kasus haredi, para murid yeshiva, aktivis komunitas, dan rabbi lainnya juga mendiskreditkan dan mengintimidasi korban. Bahkan lama setelah rabbi pencabul divonis dan dipenjara, para korban masih mengalami intimidasi dan pengucilan dari komunitas haredi sementara acara-acara penggalangan dana dan penghormatan diselenggarakan guna mendukung para rabbi yang memperkosa mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.